Apa itu Kesetrum?

17 02 2009

Sebelum membahas apa itu kesetrum? Kita harus mampu melihat bagaimana sebenarnya aliran listrik dalam tubuh manusia dan di bagian manakah terdapat aliran listrik dalam tubuh manusia. Bayangkan tubuh kita seperti sistem yang sangat besar, mesin yang sangat rumit terdiri dari komponen-komponen yang beragam seperti komponen gerak yaitu lengan dan kaki, darah sebagai media transportasi, paru-paru untuk bernafas,  indera penciuman dan penglihatan untuk mengidentifikasi rangsangan dari lingkungan, dan masih banyak lagi. Seperti halnya sebuah mesin, untuk mengatur fungsi kerja semua komponen diperlukan sistem pengatur yang biasa disebut Sistem Saraf Pusat (Central Nervous System). Fungsi ini dijalankan oleh otak dan spinal cord. Aliran perintah dari otak ke komponen-komponen tubuh ini melalui suatu sistem yang disebut Sistem Saraf Periperal.

Jadi, di sebelah manakah aliran listrik dalam tubuh kita? Bayangkan Sistem Saraf Periperal kita seperti jaringan raksasa yang terdiri dari kabel-kabel yang malang meilntang di seluruh tubuh kita. Ya kurang lebih mirip dengan kabel-kabel listrik yang tertanam di dalam dinding-dinding rumah kita. Saat klita menekan tombol untuk menyalakan lampu maka listrik akan mengalir melalui kabel dan kemudian lampu menyala. Kurang lebih begitu juga yang terjadi dalam tubuh kita. Otak lah yang mengendalikan semua bagian dalam tubuh kita dengan tukar menukar sinyal listrik.

Contohnya seperti ini bila tangan kita tidak sengaja menyentuh panci panas. Maka panas dari panci tersebut akan diteruskan dalam sebagai impuls dari lingkungan lalu diteruskan ke otak melalui kabel-kabel (saluran saraf) dalam Sistem Saraf Periperal lalu setelah tiba di Sistem Saraf Pusat (otak dan spinal cord) impuls diolah kemudian diambil tindakan terhadap impuls yang disebut dengan response. Otak kemudian mengirimkan response tersebut melalui Sistem Saraf Peripheral kemudian diteruskan ke tangan dan  tangan melepaskan peganggannya dari panci panas tersebut.

Secara singkat, sinyal elektrik (listrik) memiliki fungsi ganda dua arah dalam tubuh kita yaitu melaporkan yang terjadi kepada otak (impuls dari lingkungan) dan juga membawa response hasil olahan dari otak ke bagian tubuh kita. Tentunya tidak semua informasi masuk ke dalam otak, contohnya saja gerak refleks. Tapi tidak akan dibahas pada tulisan ini.

Nah, jadi apakah yang terjadi saat kita menyentuh kabel listrik? Intinya, sinyal elektrik dari luar tubuh kita akan mengganggu dan mengacaukan sinyal elektrik internal (dalam tubuh kita). Otot kita yang tidak tahu menahu darimana sinyal tersebut berasal akan tetap merespon sebagaimana biasa (seakan-akan sinyal tersebut berasal dari otak juga…padahal bukan!).

Sinyal dari otak memerintahkan otot untuk berkontraksi dan relaksasi sehingga hal ini juga yang akan terjadi bila sinyal listrik dari luar mauk ke dalam tubuh kita. Contohnya saja otot jantung. Otot jantung biasanya sangat sensitif terhadap aliran listrik. Pada kondisi normal, otot jantung harus bergerak harmonis, tepat, dan periodik untuk menjaga jantung tetap berfungsi. Dalam kemungkinan yang paling buruk, bila kita kesetrum dekat dengan lokasi jantung kita, dan sinyal listrik dari luar ini mengacaukan kerja otot jantung maka kemungkinan kita dapat mengalami serangan jantung.

Kenapa Kesetrum Bisa Berbahaya Tubuh Manusia?

Selain mengacaukan aliran sinyal elektrik internal dalam tubuh manusia. Kekacuan yang signifikan tentunya dapat membahayakan keselamatan jiwa manusia. Misalkan saja, sinyal listrik eksternal memiliki frekuensi 50-60 hertz (ini berarti sinyal naik dan turun 50-60 kali dalam satu detik), hal ini sama dengan pesan yang dikirmkan impuls dari reseptor kulit yang menginformasikan rasa sakit ke otak kita. Dengan kata lain, tanpa alasan yang jelas, kita akan merasakan rasa sakit yang amat sangat. Otak akan memperlakukan sinyal listrik yang masuk ke dalam Sistem Saraf Periperal dan mengolahnya di Sistem Saraf Pusat tanpa menghiraukan darimana asal aliran listrik tersebut dan otot akan bergerak mengikuti tegangan dan frekuensi yang dihantarkan oleh Sistem Saraf Periperal.

Selain rasa sakit yang amat sangat dan dapat mengganggu fungsi kerja otot jantung, seperti yang telah diterangkan di atas, bahaya kesetrum lainnya adalah:

a. Psychological Shock (Kejutan Listrik)

Orang yang kesetrum umumnya mengalami shock, kaget, atau terkejut seketika. Besarnya Shock yang dirasakan sangat bergantung kepada besarnya tegangan, durasi, arus, jalur aliran, frekuensi, dll. Kaget atau kejutan listrik sudah mulai dapat dirasakan untuk DC 5-10 mA dan untuk AC 1-10 mA pada frekuensi 60 Hz

b. Ventricular Fibrillation (Fibrilasi Otot Jantung)

Fibrillation adalah kontraksi serat otot jantung yang cepat, tidak beraturan, tidak sinkron jika terkena arus yang cukup besar (frekuensi 50-60 Hz untuk AC dengan arus 60 mA dan 300-500mA untuk DC, tetapi bila aliran listrik langsung berada di jalur menuju jantung, arus lebih kecil dari 1 mA sudah dapat menyebabkan fibrillation). Hal ini dapat berbahaya karena sel-sel otot bergerak tidak beraturan sehingga jantung mengalami gangguan saat menjalankan funsinya sebagai alat pemompa darah. Bila besar arus yang masuk mengacaukan jantung melebihi 200 mA maka otot jantung sudah tidak dapat digerakkan lagi dan menyebabkan kematian pada manusia.

c. Burns (Luka Bakar)

Luka bakar diakibatkan pemanasan jaringan akibat menerima tegangan tinggi 500-1000 volts. Bahkan pada tegangan 16 volts bias berakibat fatal pada manusia jika terkena organ penting seperti jantung.

d. Neurological Effect

Kestrum juga dapat menyebabkan gangguan pada system Saraf kita terutama jantung dan paru-paru. Kesetrum yang tidak mematikan bisa menyebabkan neuropathy (gangguan, kerusakan, ketidakseimbangan dalam Sistem Saraf Periperal). Gejala penderita neuropathy adalah otot bekerja lemah, tegang,dan kejang. Kehilangan keseimbangan dan koordinasi juga muncul.

Dari sini, dapat terlihat jelas bahwa kesetrum membahayakan kesehatan manusia, kesetrum dapat menggangu fungsi kerja organ-organ tubuh manusia, mengakibatkan degradasi sistem saraf, hingga mengakibatkan kematian pada diri manusia.

Berapakah Ambang Setrum yang Berbahaya Bagi Tubuh Manusia?

Ambang batas dimana manusia dapat kesetrum sebenarnya tidak bergantung kepada tegangan listrik tetapi bergantung kepada arus listrik yang masuk ke dalam tubuh manusia. Arus 100-200 mA berbahaya bagi manusia. Benda apapun yang berada di sekitar kita dan memiliki arus 10 MA berpotensi untuk menyebabkan rasa sakit atau kejutan listrik.

Interpretasi

Arus (mA)

Keterangan

Nilai Batas Arus Aman

1 mA atau kurang

Tidak menyebabkan sensasi apapun- tidak berasa

1 mA – 8 mA

Menimbulkan kejutan listrik (shock) tetapi tidak menyakitkan. Orang yang kestrum dapat melepaskan diri karena kendali otot tidak hilang akibat arus yang kecil

Nilai Batas Arus Tidak Aman

8  mA  –  15 mA

Menimbulkan kejutan listrik disertai rasa sakit, orang yang kesetrum masih bisa melepaskan diri karena kendali otot tidak hilang

15 mA –  20 mA

Menimbulkan kejutan listrik disertai rasa sakit, orang yang kesetrum sudah tidak bisa melepaskan diri karena kendali otot hilang

50 mA –  100 mA

Terjadi ventricullar fibrillation (otot jantung bergerak tak beraturan sehingga jantung kehilangan kendali untuk mejalankan fungsinya). Kondisi ini kemungkinan dapat menyebabkan hilangnya nyawa orang tsb.

100 mA – 200 mA

Terjadi ventricullar fibrillation

200 mA atau lebih

Orang yang kesetrum mengalami luka bakar berat, kontraksi otot di hampir seluruh bagian tubuh hingga otot dada mengencang dan menutup jantung hingga kesetrum berakhir.

Apa Bedanya Kesetrum DC dan Kesetrum AC?

Perbandingan bahaya kesetrum AC dan DC telah menjadi topik debat sejak tahun 1880-an. DC cenderung menyebabkan kontraksi otot yang kontinu sehingga menyebabkan korban menjadi konduktor,karena hal ini resiko jaringan terbakar akibat setrum menjadi lebih besar.

Sedangkan untuk kesetrum AC, besarnya arus AC berpengaruh terhadap sinyal listrik dalam jantung dan mngakibatkan korban beresiko mengalami fibrilasi (otot jantung bergerak irregular dan  independen sehingga fungsi kerja jantung untuk memompa darah menjadi terhambat). Pada frekuensi tinggi, AC menyebabkan berbagai potensi bahaya seperti luka bakar dan kerusakan jaringan yang tidak disertai rasa sakit secara langsung. Umumnya, semakin tinggi frekuensi AC setrum akan menjalar di kulit dan cenderung tidak masuk dan mengganggu organ vital seperti jantung. Tetapi luka bakar yang disebabkan cenderung parah bila setrum beraasal dari AC tegangan tinggi.

Sumber:

Cornell Center for Material Research

http://www.ccmr.cornell.edu/education/ask/search.html

Last accessed: February 15, 2009

Electric Shock-Wikipedia , the free encyclopedia

http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Electric_shock&action

Last accessed: February 15, 2009

Electrical Safety

http://www.elec-toolbox.com/Safety/safety.htm

Last accessed: February 15, 2009

Neuropathy

http://en.wikipedia.org/wiki/Neuropathy.htm

Last accessed: February 15, 2009


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: